Mamalia tersebut diberi nama vonstira Durrel atau Salanoia durreli. Nama spesies tersebut diambil dari nama pemimpin proyek konservasi Madagascar, Gerald Durrel, seorang biolog dari Inggris. Spesies tersebut termasuk dalam famili eupleridae, berwarna coklat dan mirip luwak serta merupakan hewan endemik Madagascar.
“Kami sudah mengetahui keberadaan spesies tersebut beberapa tahun yang lalu. Namun, kami mengira bahwa spesies tersebut bukan merupakan spesies baru,” kata Robert Bourou, asisten peneliti di Durrel Wildlife Conservation Trust, Kamis (14/10/2010). Bourou ambil bagian dalam pengambilan spesimen vonstira Durrel pada tahun 2004.
Penentuan apakah spesies tersebut jenis baru, dilakukan mulai tahun 2005 dengan pengambilan sampel. Sampel tersebut dibandingkan dengan kerabat vonstira terdekat, yaitu vonstira berbuntut coklat. Setelah melewati beberapa observasi, diputuskan bahwa spesies tersebut adalah hewan jenis baru.
Para ahli mengatakan bahwa spesies tersebut sudah langka atau hampir punah. "Spesies ini merupakan satu diantara beberapa jenis karnivora dengan jumlah individu terendah dan paling terancam punah di dunia,” kata Hawkins dari Conservation International. Terancam punahnya spesies tersebut berkaitan dengan banyaknya kebakaran hutan dan kurangnya intensitas hujan yang menyebabkan kekeringan di lahan basah Danau Alaotra.
Para ahli konservasi sedang berusaha membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. “Kami berharap penemuan ini akan memotivasi penduduk setempat untuk melindungi daerah mereka,” kata Bourou.
Penemuan karnivora terakhir sebelum vonstira Durrel adalah pada tahun 1986.
Kutipan - Kompas.com
http://sains.kompas.com/read/2010/10/18/14173178/Mamalia.Baru.Pemakan.Daging.Ditemukan.-5

No comments:
Post a Comment